"Saya
akan meneliti orang utan, sampai Saya, sampai Saya tidak ada lagi". Tutur Anne
E Russon, salah satu peneliti orang utan di Kutai timur, Kalimantan. Luar biasa
semangat orang ini dalam mencari ilmu. Anda tahu berapa usia dari orang ini, ya
usianya adalah 66 tahun. Lalu bagaimana dengan kita yg masih sangat muda, masih
adakah semangat mencari ilmu? Atau sudah ingin bekerja di Perusahaan-perusahaan
besar dengan gaji melimpah, bekerja di Bank dengan jabatan tinggi, atau menjadi
PNS?? Padahal kita sering mendengar Rasulullah bersabda untuk menuntut ilmu
sampai ke liang lahat..
Hhmm, memang hidup itu
pilihan, pilihan dalam memilih yang terbaik. "Your life is a result of the
choices you make. If you don’t like your life, it is time to start making
better choices" kata pepatah. Semoga kita dapat memilih yang terbaik dalam
setiap urusan kita dan mendapat ridho dariNya. Aamiin.Minggu, 08 Desember 2013
dilema untuk bekerja atau kuliah, haha
"Saya
akan meneliti orang utan, sampai Saya, sampai Saya tidak ada lagi". Tutur Anne
E Russon, salah satu peneliti orang utan di Kutai timur, Kalimantan. Luar biasa
semangat orang ini dalam mencari ilmu. Anda tahu berapa usia dari orang ini, ya
usianya adalah 66 tahun. Lalu bagaimana dengan kita yg masih sangat muda, masih
adakah semangat mencari ilmu? Atau sudah ingin bekerja di Perusahaan-perusahaan
besar dengan gaji melimpah, bekerja di Bank dengan jabatan tinggi, atau menjadi
PNS?? Padahal kita sering mendengar Rasulullah bersabda untuk menuntut ilmu
sampai ke liang lahat..
Hhmm, memang hidup itu
pilihan, pilihan dalam memilih yang terbaik. "Your life is a result of the
choices you make. If you don’t like your life, it is time to start making
better choices" kata pepatah. Semoga kita dapat memilih yang terbaik dalam
setiap urusan kita dan mendapat ridho dariNya. Aamiin.dilema untuk bekerja atau kuliah, haha
"Saya
akan meneliti orang utan, sampai Saya, sampai Saya tidak ada lagi". Tutur Anne
E Russon, salah satu peneliti orang utan di Kutai timur, Kalimantan. Luar biasa
semangat orang ini dalam mencari ilmu. Anda tahu berapa usia dari orang ini, ya
usianya adalah 66 tahun. Lalu bagaimana dengan kita yg masih sangat muda, masih
adakah semangat mencari ilmu? Atau sudah ingin bekerja di Perusahaan-perusahaan
besar dengan gaji melimpah, bekerja di Bank dengan jabatan tinggi, atau menjadi
PNS?? Padahal kita sering mendengar Rasulullah bersabda untuk menuntut ilmu
sampai ke liang lahat..
Hhmm, memang hidup itu
pilihan, pilihan dalam memilih yang terbaik. "Your life is a result of the
choices you make. If you don’t like your life, it is time to start making
better choices" kata pepatah. Semoga kita dapat memilih yang terbaik dalam
setiap urusan kita dan mendapat ridho dariNya. Aamiin.Sabtu, 23 November 2013
mimpiku
mimpi ini memang berat, mimpi ini memang sulit, mimpi ini mungkin tidak akan terwujud, mimpi ini memang jauh, mimpi ini ada di atas sana, mimipi ini mungkin mengada-ngada, mimpi ini hanya sekedar mimpi, mimpi ini hanya sebuah tulisan, dan mimpi ini hanya sebagai motivasi belaka..
tpi entah mengapa Saya terus yakin bahwa mimpi ini akan terwujud, sudah jauh melangkah kaki ini menggapainya, sudah banyak waktu dihabiskan tuk menujunya, sudah banyak yang dikorbankan untuk mewujudkannya, tak apalah, walaupun tidak pada Saya, mungkin di kehidupan lain, atau di waktu lain, atau mungkin anak Saya yang melanjutkannya,
tpi, bukankah nabi Zakariya AS juga pernah bermimpi untuk memiliki anak tapi oleh Allah SWT belum dikabulkan-kabulkan hingga beliau berdo'a dengan suara yang merdu dan hati yang ikhlas, dan akhirnya Allah SWT pun luluh dengan do'a beliau, lahirlah nabi Yahya AS.
Bukankah nabi Musa AS juga pernah bermimpi agar kaumnya bisa terselamatkan, bukankan nabi Isa AS juga memiliki mimpi agar kaumnya berjaya, bukankah nabi Ibrohim AS juga pernah bermimpi mendapatkan anak yang soleh. bukankah siti Hajar juga berharap ada air agar nabi Ismail AS bisa minum dan bukankah nabi Muhammad SAW juga pernah bermimpi agar islam berjaya diseantero dunia ini....
lalu apakah Allah SAW membiarkan mimpi itu, apakah Allah SWT tdk mengabulkannya, Saya jawab dengan tegas TIDAK.
ingat..Allah SWT akan senanatiasa mengabulkan do'a setiap hambanya ketika hambanya mau berdo'a. tapi ingat, Allah SWT mengabulkannya bukan karena do'a kita, tapi semata-mata karena kehendakNya..
maka yakinilah, bahwa mimpi ini akan terwujud, tentunya dengan usaha yang tak pernah kenal lelah, dengan sabar yang melbihi batas kenormalannya, dengan tekad ayang membaja, dengan tangan dan kaki yang akan melangkah lebih jauh dari biasanya, dengan mulut yang akan senantiasa berdo'a, dan dengan hati yang senantiasa memuji akan kebesaranNya,
itulah yang dilakukan oleh Alfatih sehingga ia dapat memwujudkan mimpinya menaklukkan konstantinopel, itulah yang dilakukan oleh alkhowarizmi, oleh ibnu sina, oleh ibnu khaldun, oleh ilmuwan-ilmuwan besar lainnya yang dengan gagah meneriakkan bahwa MIMPIKU TELAH KU GAPAI, bagaimana dengan kita, dengan Anda, kapankah mimpi kita akan terwujud, kita lihat bagaimana cara Allah SWT mengabulkan do'a setiap hambanya,,aamiin
tpi entah mengapa Saya terus yakin bahwa mimpi ini akan terwujud, sudah jauh melangkah kaki ini menggapainya, sudah banyak waktu dihabiskan tuk menujunya, sudah banyak yang dikorbankan untuk mewujudkannya, tak apalah, walaupun tidak pada Saya, mungkin di kehidupan lain, atau di waktu lain, atau mungkin anak Saya yang melanjutkannya,
tpi, bukankah nabi Zakariya AS juga pernah bermimpi untuk memiliki anak tapi oleh Allah SWT belum dikabulkan-kabulkan hingga beliau berdo'a dengan suara yang merdu dan hati yang ikhlas, dan akhirnya Allah SWT pun luluh dengan do'a beliau, lahirlah nabi Yahya AS.
Bukankah nabi Musa AS juga pernah bermimpi agar kaumnya bisa terselamatkan, bukankan nabi Isa AS juga memiliki mimpi agar kaumnya berjaya, bukankah nabi Ibrohim AS juga pernah bermimpi mendapatkan anak yang soleh. bukankah siti Hajar juga berharap ada air agar nabi Ismail AS bisa minum dan bukankah nabi Muhammad SAW juga pernah bermimpi agar islam berjaya diseantero dunia ini....
lalu apakah Allah SAW membiarkan mimpi itu, apakah Allah SWT tdk mengabulkannya, Saya jawab dengan tegas TIDAK.
ingat..Allah SWT akan senanatiasa mengabulkan do'a setiap hambanya ketika hambanya mau berdo'a. tapi ingat, Allah SWT mengabulkannya bukan karena do'a kita, tapi semata-mata karena kehendakNya..
maka yakinilah, bahwa mimpi ini akan terwujud, tentunya dengan usaha yang tak pernah kenal lelah, dengan sabar yang melbihi batas kenormalannya, dengan tekad ayang membaja, dengan tangan dan kaki yang akan melangkah lebih jauh dari biasanya, dengan mulut yang akan senantiasa berdo'a, dan dengan hati yang senantiasa memuji akan kebesaranNya,
itulah yang dilakukan oleh Alfatih sehingga ia dapat memwujudkan mimpinya menaklukkan konstantinopel, itulah yang dilakukan oleh alkhowarizmi, oleh ibnu sina, oleh ibnu khaldun, oleh ilmuwan-ilmuwan besar lainnya yang dengan gagah meneriakkan bahwa MIMPIKU TELAH KU GAPAI, bagaimana dengan kita, dengan Anda, kapankah mimpi kita akan terwujud, kita lihat bagaimana cara Allah SWT mengabulkan do'a setiap hambanya,,aamiin
Kamis, 11 Juli 2013
Minggu, 21 April 2013
FRANCE 2013
Insya Allah, targetan tahun ini yang harus tercapai adalah
bulan September-Desember 2013 melanjutkan S2 di Sorbonne University jurusan Biochemistry. aamiin.
bulan September-Desember 2013 melanjutkan S2 di Sorbonne University jurusan Biochemistry. aamiin.
Jumat, 12 April 2013
kh musthofa bisri
Sebuah berita interlokal dari Drs. M. Zamroni di Semarang, mengabarkan bahwa KH
Bisyri Musthofa wafat di Rumah Sakit Umum Daerah Semarang. Serangan jantung dan
tekanan darah tinggi ditambah gangguan pada paru-paru yang menyebabkan proses
kematiannya begitu cepat, hanya tiga hari saja. Musibah itu terjadi dua minngu
setelah meninggalnya KH Muhammad Dahlan, mantan Menteri Agama. Keduanya adalah
ulama besar, keduanya tenaga-tenaga penting dalam perjuangan. Kepergiannya
adalah suatu kehilangan amat besar. Yang patah memang bisa tumbuh, yang hilang
dapat terganti. Tetapi, penggati itu bukan lagi Bisyri
Musthofa…..!
Seminggu sebelumnya, di Jakarta, Bisri menyelesaikan kebarangkatan puteranya ke Arab Saudi, melanjutkan sekolah ke Riyadh. Menyelesaikan pula beberapa urusan dengan Majelis Syuro Partai Persatuan. Pulang dari Jakarta terus ke Jombang untuk suatu urusan dengan Rois ‘Aam KH Bisyri Syansuri. Sebenarnya telah terasa juga bahwa kesehatannya mulai terganggu, namun dipaksakan juga untuk mengajar para santri dalam pondok pesantren yang dipimpinnya di Rembang.
Selain itu, Bisri masih juga dipaksakan untuk menghadiri harlah partai, karena tak sampai hati menolak undangan mereka. Selesai menghadiri harlah partai, Bisri benar-benar tak sanggup lagi untuk menghadiri beberapa undangan yang memang padat direncanakannya sebelumnya.
KH Bisyri Musthofa memerintahkan puteranya untuk memanggil dokter, suatu hal yang dirasakan agak luar biasa karena beliau memang tidak biasa datang kepada dokter. Tekanan darahnya amat tinggi, keletihannya yang menumpuk menyebabkan timbulnya komplikasinya demikian berat hingga jantung dan paru-parunya tidak normal lagi. Kesanggupan tim dokter telah sampai di batas kemampuan mereka sebagai manusia sekalipun mereka bekerja keras. Allah SWT Maha Berkehendak lagi Maha Kuasa. Hari Rabu 16 Pebruari menjelang waktu ‘Ashar, KH Bisyri Musthofa 64 tahun, dipanggil keharibaanNya dalam husnul khatimah. Inna lillaahi wa innaa ilaihi raji’un!
Disembahyangi lebih dari duapuluh gelombangPak Idham Chalid Presiden Partai Persatuan dan Ketua Umum PBNU menugaskan saya untuk mewakili DPP dan PBNU menghadiri pemakaman KH Bisyri Musthofa di Rembang esok harinya. Rembang kota di mana Ibu RA Kartini disemayamkan 73 tahun yang lampau, diliputi suasana mendung, kelabu hujan air mata. Puluhan ribu rakyat Jawa Tengah dan Jawa Timur membanjiri bekas ibu kota keresidenan itu dengan wajah-wajah murung menahan duka dan kesabaran. Tanggul kesabaran itu tiba-tiba jebol begitu pekikan ratap tangis para santri menyambut kedatangan mobil jenazah guru dan pemimpin mereka yang amat tercinta.
Musholla di tengah pesantren itu tidak mungkin bisa menanpung begitu banyak Umat Islam yang hendak menyembahyangkan almaghfurlah satu gelombang, dua gelombang, tiga gelombang dan seterusnya hingga lebih dari duapuluh gelombang jama’ah menyembahyangkan jenazah KH Bisyri Musthafa. Sejauh 1 km dari rumah kediaman menuju makam, jenazah itu dibiarkan diusung ribuan tangan tanpa bandosa tertutup, Ummat seolah-olah hendak meyakinkan kepada dirinya bahwa jasad yang membujur dalam kain kafan itu adalah benar-benar KH Bisyri Musthofa, seorang mubaligh yang jika diatas podium, kata-kata mutiaranya itu mengikat ratusan ribu hadirin hadirat menjadi satu, bukan lagi ratusan ribu manusia, tetapi Cuma satu. Satu dalam asas, satu dalam akidah, dan satu dalam tujuan.
Berpuluh-puluh ulama terkemuka, diantaranya KH Arwani dari Kudus, KH Ali Ma’sum dari Yogyakarta, KH Alwi dari Magelang, KH Muntaha dari Wonosobo, KH Sulaiman dari Purworejo, KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, KH Muslih dari Mranggen Semarang, dan masih banyak lagi yang memimpin doa, Surat Yasin dan Tahlil yang diikuti oleh berpuluh-puluh ribu umat sepanjang jalan hingga ke makam (kuburan).
Gubernur Jawa Tengah Suparjo Rustam melepas jenazah dari Semarang, adapun Muspida setempat mewakili pemerintah daerah dalam upacara pemakaman. Tak satupun ulama yang sanggup menyelesaikan pidato sambutannya karena rasa haru yang mencekam menahan musibah dalam kesabaran.
Profil seorang mubalighSeorang orator, ahli pidato yang mengutarakan hal-hal yang sebenarnya sulit menjadi begitu gamblang, mudah diterima oleh baik orang-orang kota maupun desa. Hal-hal yang berat menjadi begitu ringan, yang membosankan menjadi mengasyikkan, yang kelihatanya sepele menjadi amat penting, begitulah jika diuraikan olah KH Bisyri Musthafa. Kritik-kritiknya mengenai hal-hal fundamental, yang orang lain jarang yang sanggup mengungkapkannya. Akan tetapi oleh KH Bisyri Musthofa dengan amat mudah diutarakan dalam senda gurau yang menyegarkan. Pihak yang terkena tidak marah, karena disadarkan secara sopan dan menyenangkan. Tidak terasa penat mengikuti pidato-pidatonya sekalipun sudah berlangusung tiga jam.
Hadirin yang terdiri dari berbagai golongan, penguasa, pemimpin masyarakat, ulama, orang hartawan, pemuda, terpelajar, wanita, orang awam, masing-masing memperoleh bagian yang mereka harap-harapkan dari pidato-pidato KH Bisyri Musthafa. Tone (bunyi suaranya) dalam pidato sangat enak untuk didengar, berkumandang mengalun naik dan turun mengikuti arti kalimat-kalimat yang diutarakan dengan jelas. Bahasanya selalu dipilih secara baik tetapi amat mudah dimengerti, sopan dan selalu menghindari kalimat-kalimat yang tajam apalagi kotor. Baliau seorang sastrawan, tetapi tidak tele-tele, sasarannya terarah, dihiasi oleh irama baik sya’ir maupun ayat-ayat Al-Qur’an dengan lagu yang indah mempesonakan. Ilmu pengetahuannya memang banyak dan mendalam, pemandangannya luas dan pendiriannya sangat teguh.
Memang KH Bisyri Musthofa seorang orator, profil seorang mubaligh yang sempurna. Perawakannya yang besar, tinggi, dan gagah memang modal utama karunia Allah untuk menimbulkan kesan meyakinkan tetapi menyenangkan!
Musibah menjelang kampanye pemiluKepergiannya amat dirasakan sangat berat justru masa kampanye pemilu tinggal satu minggu. Sudah menjadi kebiasaan KH Bisyri Musthafa, bahwa untuk bisa memenuhi keinginan sebanyak mungkin masyarakat yang mengundang beliau untuk ceramah, pengajian, harlah, dan sebagainya, hari-hari selama 4 atau 5 bulan di muka itu sudah penuh dengan acara-acara undangan siang maupun malam.
Seorang yang boleh dibilang bisa bicara mengenai segala hal, bermacam-macam situasi dan kondisi. Berbicara tentang ilmiyah, tentang kemasyarakatan, tentang keruwetan dan penderitaan, tentang suasana gembira, tentang politik, tentang kepartaian, dan terutama tentang kampenye pemilu. Hal itu dialami semenjak pemilu tahun 1955 dan tahun 1971. Pidato-pidatonya begitu saja meluncur dari perbendaharaan otak dan hatinya, tanpa konsep dan tanpa teks. Hadirin senatiasa merasa bahwa pidato-pidatonya senantiasa mengetengahkan masalah-masalah yang baru, hampir tidak pernah mengulang pidato-pidatonya yang pernah diberikan. Pidato-pidatonya dalam bahasa Indonesia maupun Arab sama baiknya dengan pidato-pidatonya dalam bahasa Jawa.
Akhir-akhir ini sedang membiasakan pidato dalam bahasa sunda dan Madura, karena semakin banyaknya undangan-undangan dari daerah itu. Tadinya orang mengira, bahwa KH Bisyri Musthofa hanya sanggup berbicara di forum desa dan paling-paling kota kabupaten. Akan tetapi dua kali pidato di Mauludan di tempat kediaman KH Dr Idham Chalid yang dikunjungi selosin menteri, jenderal dan diplomat, ternyata sukses dan hadirin “ketagihan” minta lain kali KH Bisyri Musthofa didatangkan lagi!
Sudah direncanakan, bahwa masa kampanye pemilu yang akan dimulai tanggal 24 Februari yang akan datang KH Bisyri Musthofa akan memenuhi undangan-undangan. Selain di Jawa termasuk ibukota, juga daerah-daerah di luar Jawa. Akan tetapi Allah SWT mentaqdirkan lain. Wafatnya menjelang kampanye pemilu 1977 dirasakan sebagai suatu musibah.
Namun, Imam dan Taqwa ini ridha akan segala qadha dan qadar Ilahi. Antara harap dan cemas (roja’ wal khauf) yakin benar bahwa tiap musibah mengandung hikmah, dan Allah SWT yang maha Tahu. Allahumma haawalaina wa laa’alainaa!!!
Jama’ah di daerah-daerah telah banyak memiliki rekaman pidato-pidato dan ceramah-ceramah KH Bisyri Musthofa. Sebagai seorang ulama dan pengarang (muallif), beliau meninggalkan begitu banyak kitab-kitab karangan serta terjemahan mengenai berbagai bidang, seperti Tafsir Al-Qur’an “Al Ibriz” 30 Juz, terjemahan “Alfiyah Ibnu Malik” dan lain-lain termasuk pedoman studi yang banyak sekali penggemarnya, baik di pesantren maupun kursus-kursus pemuda.
Semoga wafat KH Bisyri Musthofa membangkitkan para mubaligh dan angkatan muda untuk segara tampil, agar kepergiannya tidak menimbulkan kekosongan dalam Amar Ma’ruf nahi Munkar dan Dakwah pada umumnya.
Seminggu sebelumnya, di Jakarta, Bisri menyelesaikan kebarangkatan puteranya ke Arab Saudi, melanjutkan sekolah ke Riyadh. Menyelesaikan pula beberapa urusan dengan Majelis Syuro Partai Persatuan. Pulang dari Jakarta terus ke Jombang untuk suatu urusan dengan Rois ‘Aam KH Bisyri Syansuri. Sebenarnya telah terasa juga bahwa kesehatannya mulai terganggu, namun dipaksakan juga untuk mengajar para santri dalam pondok pesantren yang dipimpinnya di Rembang.
Selain itu, Bisri masih juga dipaksakan untuk menghadiri harlah partai, karena tak sampai hati menolak undangan mereka. Selesai menghadiri harlah partai, Bisri benar-benar tak sanggup lagi untuk menghadiri beberapa undangan yang memang padat direncanakannya sebelumnya.
KH Bisyri Musthofa memerintahkan puteranya untuk memanggil dokter, suatu hal yang dirasakan agak luar biasa karena beliau memang tidak biasa datang kepada dokter. Tekanan darahnya amat tinggi, keletihannya yang menumpuk menyebabkan timbulnya komplikasinya demikian berat hingga jantung dan paru-parunya tidak normal lagi. Kesanggupan tim dokter telah sampai di batas kemampuan mereka sebagai manusia sekalipun mereka bekerja keras. Allah SWT Maha Berkehendak lagi Maha Kuasa. Hari Rabu 16 Pebruari menjelang waktu ‘Ashar, KH Bisyri Musthofa 64 tahun, dipanggil keharibaanNya dalam husnul khatimah. Inna lillaahi wa innaa ilaihi raji’un!
Disembahyangi lebih dari duapuluh gelombangPak Idham Chalid Presiden Partai Persatuan dan Ketua Umum PBNU menugaskan saya untuk mewakili DPP dan PBNU menghadiri pemakaman KH Bisyri Musthofa di Rembang esok harinya. Rembang kota di mana Ibu RA Kartini disemayamkan 73 tahun yang lampau, diliputi suasana mendung, kelabu hujan air mata. Puluhan ribu rakyat Jawa Tengah dan Jawa Timur membanjiri bekas ibu kota keresidenan itu dengan wajah-wajah murung menahan duka dan kesabaran. Tanggul kesabaran itu tiba-tiba jebol begitu pekikan ratap tangis para santri menyambut kedatangan mobil jenazah guru dan pemimpin mereka yang amat tercinta.
Musholla di tengah pesantren itu tidak mungkin bisa menanpung begitu banyak Umat Islam yang hendak menyembahyangkan almaghfurlah satu gelombang, dua gelombang, tiga gelombang dan seterusnya hingga lebih dari duapuluh gelombang jama’ah menyembahyangkan jenazah KH Bisyri Musthafa. Sejauh 1 km dari rumah kediaman menuju makam, jenazah itu dibiarkan diusung ribuan tangan tanpa bandosa tertutup, Ummat seolah-olah hendak meyakinkan kepada dirinya bahwa jasad yang membujur dalam kain kafan itu adalah benar-benar KH Bisyri Musthofa, seorang mubaligh yang jika diatas podium, kata-kata mutiaranya itu mengikat ratusan ribu hadirin hadirat menjadi satu, bukan lagi ratusan ribu manusia, tetapi Cuma satu. Satu dalam asas, satu dalam akidah, dan satu dalam tujuan.
Berpuluh-puluh ulama terkemuka, diantaranya KH Arwani dari Kudus, KH Ali Ma’sum dari Yogyakarta, KH Alwi dari Magelang, KH Muntaha dari Wonosobo, KH Sulaiman dari Purworejo, KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, KH Muslih dari Mranggen Semarang, dan masih banyak lagi yang memimpin doa, Surat Yasin dan Tahlil yang diikuti oleh berpuluh-puluh ribu umat sepanjang jalan hingga ke makam (kuburan).
Gubernur Jawa Tengah Suparjo Rustam melepas jenazah dari Semarang, adapun Muspida setempat mewakili pemerintah daerah dalam upacara pemakaman. Tak satupun ulama yang sanggup menyelesaikan pidato sambutannya karena rasa haru yang mencekam menahan musibah dalam kesabaran.
Profil seorang mubalighSeorang orator, ahli pidato yang mengutarakan hal-hal yang sebenarnya sulit menjadi begitu gamblang, mudah diterima oleh baik orang-orang kota maupun desa. Hal-hal yang berat menjadi begitu ringan, yang membosankan menjadi mengasyikkan, yang kelihatanya sepele menjadi amat penting, begitulah jika diuraikan olah KH Bisyri Musthafa. Kritik-kritiknya mengenai hal-hal fundamental, yang orang lain jarang yang sanggup mengungkapkannya. Akan tetapi oleh KH Bisyri Musthofa dengan amat mudah diutarakan dalam senda gurau yang menyegarkan. Pihak yang terkena tidak marah, karena disadarkan secara sopan dan menyenangkan. Tidak terasa penat mengikuti pidato-pidatonya sekalipun sudah berlangusung tiga jam.
Hadirin yang terdiri dari berbagai golongan, penguasa, pemimpin masyarakat, ulama, orang hartawan, pemuda, terpelajar, wanita, orang awam, masing-masing memperoleh bagian yang mereka harap-harapkan dari pidato-pidato KH Bisyri Musthafa. Tone (bunyi suaranya) dalam pidato sangat enak untuk didengar, berkumandang mengalun naik dan turun mengikuti arti kalimat-kalimat yang diutarakan dengan jelas. Bahasanya selalu dipilih secara baik tetapi amat mudah dimengerti, sopan dan selalu menghindari kalimat-kalimat yang tajam apalagi kotor. Baliau seorang sastrawan, tetapi tidak tele-tele, sasarannya terarah, dihiasi oleh irama baik sya’ir maupun ayat-ayat Al-Qur’an dengan lagu yang indah mempesonakan. Ilmu pengetahuannya memang banyak dan mendalam, pemandangannya luas dan pendiriannya sangat teguh.
Memang KH Bisyri Musthofa seorang orator, profil seorang mubaligh yang sempurna. Perawakannya yang besar, tinggi, dan gagah memang modal utama karunia Allah untuk menimbulkan kesan meyakinkan tetapi menyenangkan!
Musibah menjelang kampanye pemiluKepergiannya amat dirasakan sangat berat justru masa kampanye pemilu tinggal satu minggu. Sudah menjadi kebiasaan KH Bisyri Musthafa, bahwa untuk bisa memenuhi keinginan sebanyak mungkin masyarakat yang mengundang beliau untuk ceramah, pengajian, harlah, dan sebagainya, hari-hari selama 4 atau 5 bulan di muka itu sudah penuh dengan acara-acara undangan siang maupun malam.
Seorang yang boleh dibilang bisa bicara mengenai segala hal, bermacam-macam situasi dan kondisi. Berbicara tentang ilmiyah, tentang kemasyarakatan, tentang keruwetan dan penderitaan, tentang suasana gembira, tentang politik, tentang kepartaian, dan terutama tentang kampenye pemilu. Hal itu dialami semenjak pemilu tahun 1955 dan tahun 1971. Pidato-pidatonya begitu saja meluncur dari perbendaharaan otak dan hatinya, tanpa konsep dan tanpa teks. Hadirin senatiasa merasa bahwa pidato-pidatonya senantiasa mengetengahkan masalah-masalah yang baru, hampir tidak pernah mengulang pidato-pidatonya yang pernah diberikan. Pidato-pidatonya dalam bahasa Indonesia maupun Arab sama baiknya dengan pidato-pidatonya dalam bahasa Jawa.
Akhir-akhir ini sedang membiasakan pidato dalam bahasa sunda dan Madura, karena semakin banyaknya undangan-undangan dari daerah itu. Tadinya orang mengira, bahwa KH Bisyri Musthofa hanya sanggup berbicara di forum desa dan paling-paling kota kabupaten. Akan tetapi dua kali pidato di Mauludan di tempat kediaman KH Dr Idham Chalid yang dikunjungi selosin menteri, jenderal dan diplomat, ternyata sukses dan hadirin “ketagihan” minta lain kali KH Bisyri Musthofa didatangkan lagi!
Sudah direncanakan, bahwa masa kampanye pemilu yang akan dimulai tanggal 24 Februari yang akan datang KH Bisyri Musthofa akan memenuhi undangan-undangan. Selain di Jawa termasuk ibukota, juga daerah-daerah di luar Jawa. Akan tetapi Allah SWT mentaqdirkan lain. Wafatnya menjelang kampanye pemilu 1977 dirasakan sebagai suatu musibah.
Namun, Imam dan Taqwa ini ridha akan segala qadha dan qadar Ilahi. Antara harap dan cemas (roja’ wal khauf) yakin benar bahwa tiap musibah mengandung hikmah, dan Allah SWT yang maha Tahu. Allahumma haawalaina wa laa’alainaa!!!
Jama’ah di daerah-daerah telah banyak memiliki rekaman pidato-pidato dan ceramah-ceramah KH Bisyri Musthofa. Sebagai seorang ulama dan pengarang (muallif), beliau meninggalkan begitu banyak kitab-kitab karangan serta terjemahan mengenai berbagai bidang, seperti Tafsir Al-Qur’an “Al Ibriz” 30 Juz, terjemahan “Alfiyah Ibnu Malik” dan lain-lain termasuk pedoman studi yang banyak sekali penggemarnya, baik di pesantren maupun kursus-kursus pemuda.
Semoga wafat KH Bisyri Musthofa membangkitkan para mubaligh dan angkatan muda untuk segara tampil, agar kepergiannya tidak menimbulkan kekosongan dalam Amar Ma’ruf nahi Munkar dan Dakwah pada umumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)